English French German  Hungarian Spain Italian Nederland Russian Brazilian Japanese Korean  Vietnamese Arabic Chinese Turkish Hindi Bosnian Filipino Greek Indonesian

Jumat, 24 Januari 2014

Aku ingin seperti Ayah



Seperti kedua kakakku, aku juga ingin memper kenalkan diri. Nama lengkapku Choirur Rozaq, yang biasa dipanggil  Dedek Izaq. Tetanggaku memanggil  Bang Izaq karena tetanggaku usianya dibawahku. Aku dilahirkan di kota Padang  pada tanggal  8 Juli 2011. Pada hari yang sama saudara sepupuku juga lahir di rumah sakit yang sama dengan aku dilahirkan. Tetapi aku tidak tinggal di Padang, aku tinggal di kota kecil di kaki gunung kerinci namanya Muaralabuh. Aku tinggal bersama ayah dan bundaku serta kedua kakakku.
Keluargaku sangat sayang padaku, terlebih lagi ayahku. Jika kakakku mengangguku maka ayahku akan segera memarahinya. Demikian juga bundaku. 

Teman-teman jika aku besar nanti aku ingin seperti ayahku. Karena menurutku ayahku serba bisa. Hampir semua perabot dalam rumahku dibuat oleh ayah sendiri. Seperti tempat tidurku, lemari pakaian, meja belajar kakakku, Computer kakakku, beberapa mainanku, dan  masih banyak lagi yang dibuat oleh ayahku.

Ayahku mempunyai bengkel kerja yang dibuat sendiri lengkap dengan peralatannya, yang terdiri dari peralatan las, tukang kayu dan batu, peralatan elektronik, dan lain-lain aku tidak tahu namanya. Jika ayahku pulang dari dinas maka beliau sibuk di bengkelnya. Ada saja yang selalu dikerjakan, dari yang sederhana sampai yang sulit. 

Ayahku selalu berpesan kepada kami, jika kami besar nanti maka jadilah orang yang produktif dan tidak selalu tergantung kepada orang lain. Karena itu ayahku selalu memberikan contoh untuk itu. Segala sesuatu yang dapat dibuat tidak perlu dibeli, meskipun hasilnya tidak sempurna, paling tidak dapat digunakan seperti yang dijual di pasaran.

Meskipun hidup kami sederhana, kami sangat bahagia dan tidak merasa kekurangan. Sepertinya segala yang aku butuhkan dirumah semuanya ada meskipun juga bersifat sederhana. Sehingga aku tidak perlu merasa malu kepada teman-temanku yang memiliki fasilitas lengkap yang mahal.
Itulah sebabnya kenapa aku ingin seperti ayahku.

Aku memang asih terlalu kecil, belum pandai seperti kakakku. Meskipun aku anak bungsu, tetapi aku bukanlah anak yang manja. Karena ayah dan bunda selalu membimbingku untuk mulai belajar mandiri. Berkat bimbingan ayah insya Allah aku akan seperti ayahku.

Silahkan Lihat Juga:
Posting Komentar